Saturday, March 23, 2013

Saran Cara Penyajian


Cara #1: Menggunakan CLASSIC COFFEE DRIP. Masukkan 1,5 sampai 2 sendok teh bubuk Kopi ke dalam Coffee Drip, lalu ratakan dengan memanfaatkan The Pressing Tool. Letakkan Coffee Drip di atas cangkir, kemudian tuang air mendidih dengan suhu ± 95°C.Jangan lupa, tutup Coffee Drip dengan penutup yang sudah tersedia.Tunggu ± 4 menit, lalu nikmatilah!

Cara #2: Memakai FRENCH PRESS COFFEE MAKER. Masukkan bubuk Kopi ke dalam French Press. Tuang air mendidih secukupnya dengan suhu ± 95°C. Aduk sampai benar-benar rata dan tunggu selama ± 4 menit. Tekan alat press secara perlahan, lalu tuangkan ke dalam cangkir. 


Cara #3: CARA MANUAL. Masukkan 1 sachet bubuk Kopi ke dalam cangkir. Tuangkan ± 150ml air mendidih dengan suhu ± 95°C. Aduk hingga rata. Tutup cangkir dan tunggu selama ± 4 menit, lalu hidangkan.


 (Dari berbagai macam sumber, tokokopiluwak.com)

Dampak Mengonsumsi Kopi


Dampak Positif
  • Teh, kopi, dan cokelat merupakan sumber kafein alami. Ketiganya mempunyai manfaat dan memberikan banyak nutrisi dan antioksidan.
  •  Penelitian telah menunjukkan bahwa baik biji kakao utuh dan kopi memiliki kemampuan luar biasa untuk melindung otak. Bukti menunjukkan, masyarakat Amerika Latin yang sering minum kopi giling dari biji kopi utuh memiliki risiko kecil terkena Alzheimer dan penyakit Parkinson.
  •  Kopi meningkatkan metabolisme hingga 20 persen, menurut penelitian. Bahkan bisa memicu mekanisme peremajaan jaringan otot.
  •  Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi setara dengan dua cangkir kopi satu jam sebelum olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko nyeri otot hingga 48 persen. Sebelum olahraga, kopi akan merangsang produksi energi dan pembakaran lemak.
  • Kafein melakukan pengambilan glutamat yang merupakan penghambatan di otak Anda, sehingga membuat Anda waspada dan siap beraktivitas.
  •  Melindungi jantung.
  • Peminum kopi yang mengonsumsi 1-2 cangkir kopi hitam per hari memiliki risiko terkena stroke lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Hal ini disebabkan oleh adanya antioksidan yang terkandung dalam kopi.
  •  Kopi memiliki antioksidan lebih banyak dibandingkan blueberry. Antioksidan yang terkandung di dalamnya membantu menahan efek buruk dari peradangan pada arteri. Sesaat setelah meminumnya, kopi meningkatkan tekanan pada darah dan denyut jantung. Namun setelah beberapa lama, kopi justru menurunkan tekanan darah, karena antioksidan pada kopi mengaktifkan asam nitrat pada tubuh sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah.
  •  Mencegah diabetes
  • Antioksidan kopi, khususnya asam klorogenat dan guinides, memainkan peranan untuk meningkatkan sel tubuh terhadap insulin yang membantu mengatur gula darah. Faktanya, orang yang minum kopi setiap harinya memiliki risiko lebih rendah terkena 2 tipe diabetes, menurut beberapa penelitian.
  •  Menjaga kesehatan hati
  • Kopi juga bisa meminimalkan risiko munculnya sirosis dan penyakit hati lainnya. Satu analisa dari sembilan penelitian menemukan bahwa kopi bisa menurunkan risiko kanker hari sebanyak 43%. Hal ini karena peran antioksidan dan kafein di dalamnya.
  •  Meningkatkan kekuatan otak
  •  Minum kopi secara teratur juga dapat membantu mengurangi risiko demensia dan Alzheimer, sama halnya seperti Parkinson. Antioksidan yang terkandung di dalam kopi menangkal kerusakan sel otak dan membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih maksimal sehingga otak bekerja lebih baik.
  •  Membantu menghilangkan sakit kepala
  • Penelitian membuktikan, 200 miligram kafein dapat membantu menghilangkan sakit kepala, termasuk migrain. Walaupun begitu belum ada penelitian yang membuktikan bagaimana cara kafein menghilangkan sakit kepala, namun para peneliti meyakini bahwa kafein meningkatkan aktivitas sel otak yang mengakibatkan pembuluh darah di sekitarnya menegang.

Dampak Negatif
  • Kafein yang terisolasi tidak memberi manfaat kesehatan dari biji kopi dan dapat menjadi racun.
  • Pengeringan dan pemanggangan biji kopi berdampak negatif pada kesehatan. Anda dapat mendeteksi kualitas kopi dengan mencium aromanya. Kopi yang tidak memiliki aroma baik mungkin sudah basi dan tidak berguna jika dikonsumsi.
  • Minum kopi hitam, harus tanpa gula. Penambah gula tidak akan memberikan manfaat justru akan menyebabkan resistensi insulin.
  • Kopi merupakan zat pembentuk asam dalam tubuh Anda. Pengasaman yang berlebihan dalam tubuh bisa menyebabkan masalaha pada otot dan tulang, dan meningkatkan risiko terhadap penyakit degeneratif. Jadi, jika Anda minum kopi, pastikan asupan buah dan sayuran mentah yang tinggi untuk melawan keasaman kopi.
  • Minum kopi setelah berolahraga adalah tindakan yang salah.
  • Sebagian besar kopi yang dihasilkan telah terkontaminasi dengan pestisida. Untuk keamanan, Anda bisa membeli kopi organik yang bebas pestisida.
  • Kopi adalah zat kuat, dan dapat mempengaruhi kelenjar adrenal. Jika Anda mengalami penurunan fungsi adrenal, sebaiknya hati-hati untuk minum kopi.
  • Minum kopi berlebihan bisa menimbulkan dampak buruk, antara lain, meningkatnya kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang akan membuat darah lebih pekat.
  • Kopi akan sangat berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi, karena kafein dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba. Bagi wanita hamil, kopi dapat meningkatkan risiko kematian pada bayi. Kopi pun mengakibatkan tulang keropos. Bagi penderita maag, kopi adalah musuh besar yang harus dihindari karena kafein meningkatkan produksi asam lambung. Kopi pun membuat gelisah, insomnia, dan tremor (tangan bergetar).
  • Untuk dapat menghindari efek negatif pada kopi, pilih racikan kopi tanpa tambahan gula dan susu, serta mengurangi dosis kopi yang Anda minum setiap harinya. Selain itu, pilih juga jenis kopi yang tanpa kafein. Dan agar ‘racun’ dalam kopi bisa diminimalisasi, jangan lupa untuk selalu konsumsi 2 gelas air putih untuk setiap satu cangkir kopi yang Anda minum. (Dari berbagai macam sumber)

Kopi Luwak Specialty for U-koffie

Produk kopi luwak liar ini berasal dari wilayah perkebunan di daerah tepi hutan lindung Bengkulu, Sumatera. Wilayah ini memiliki karakteristik tanah dan ketinggian ideal bagi tanaman kopi sehingga menghasilkan kopi berkualitas tinggi.


Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi luwak. Biji kopi dimakan oleh luwak atau sejenis musang dan bagian dalam biji kemudian akan keluar bersama kotorannya. Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik dan tak tertandingi.

Luwak senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak.

Luwak yang memakan biji kopi produk specialty for U-koffie ini adalah luwak liar, bukan tangkaran sehingga biji kopi yang dimakan adalah biji kopi pilihan dan terbaik. Kelebihannya antara lain cita rasa yang unik, rendah kadar asam, dan harumnya tahan lama.

Tahapan produksi yang higienis dengan menjaga keseimbangan ekosistem dan fair trade dengan petani setempat menjadikan kopi ini semakin sempurna. Kopi luwak liar ini hanya diproduksi 200 kg per tahun termasuk untuk konsumsi ekspor, menjadikan kopi ini berkualitas premium. 



Rasa Kopi Luwak Liar Bengkulu
Kopi Luwak liar ini menimbulkan rasa yang sangat berkesan, keharuman kombinasi kayu eksotis, daun segar, tanah pegunungan memberikan kompleksitas dan keseimbangan dalam rongga mulut anda sehingga menciptakan aftertaste yang unforgettable.

Sejarah Kopi Luwak


Kopi Luwak awalnya sangat berkaitan dengan sejarah produksi kopi di Indonesia. Pada awal Abad 18, penjajah Belanda memperkenalkan budidaya tanaman kopi di Pulau Jawa dan Sumatera. Namun para petani kopi tidak diperbolehkan memetik biji kopi untuk konsumsi sendiri. Karena itu, mereka mendapatkan biji kopi dari kotoran musang/luwak (Asian Palm Civet) yang tidak tercerna. Kemudian mereka mengumpulkan biji-biji kopi tersebut, mencucinya, dan memproses sehingga dapat dikonsumsi. Karena cita rasa dan aromanya yang khas, kabar tersebut terdengar pemilik perkebunan kopi Belanda dan kopi luwak dengan cepat menjadi minuman favorit yang mahal (Wikipedia, 2012).

Jenis Kopi Indonesia


Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah.(Wikipedia)

Asal Usul Kopi Indonesia


Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

Pada awalnya kopi di Indonesia berada di bawah pemerintah Belanda. Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka (Ceylon). Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika,Kopi ini tidak terserang hama.

Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya
. (Dari berbagai macam sumber)

Sejarah Kopi




Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad ke-15 menyebar lebih luas lagi ke daerah Persia, Mesir, Turki dan Afrika Utara.

Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.

Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.

Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.
(Dari berbagai macam sumber)

Saturday, March 16, 2013

Ukoffie: History of Coffee

When you enjoy a cup of coffee, have you ever curious about what's the history of this most famous beverage in the world?.

Here, Ukoffie gives you link to coffee history. Enjoy.  

The history of coffee goes at least as far back as the thirteenth century. The story of Kaldi, the 9th-century Ethiopian goat herder who discovered coffee while searching for his goats, did not appear in writing until 1671 and is probably apocryphal.[1] From Ethiopia, coffee was said to have spread to Egypt and Yemen.[2] The earliest credible evidence of either coffee drinking or knowledge of the coffee tree appears in the middle of the fifteenth century, in the Sufi monasteries of Yemen.[1] By the 16th century, it had reached the rest of the Middle East, PersiaTurkey, and northern Africa. Coffee then spread to Balkans, Italy, and to the rest of Europe, to Indonesia, and then to America.[3]

Read more http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_coffee